Senin, 22 Juli 2013

KEBAIKANMU UNTUK SIAPAKAH

Dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan seseorang berbuat baik kepada orang lain karena alasan tertentu. Ada yang yang karena mereka temannya, saudaranya, atau keluarganya. Ada juga yang berbuat baik hanya karena ingin membalas kebaikan. Jadi kalau orang tidak berbuat baik kepadanya tidak ada kebaikan yang harus dilakukan. Ada kalanya kita temukan seseorang yang mengalami kesulitan lalu ketika minta bantuan pada orang lain yang mungkin cuma sekedar kenal tapi bukan teman baik, ia tidak mendapatkan pertolongan yang dibutuhkannya. Apalagi kalau tidak minta bantuan hanya sekedar mendengar ia mengeluh pada seseorang.


Allah berfirman dalam Alquran Surat Al-Isra (17) ayat ke-7; “in ahsantum ahsantum li anfusikum wa ini asaktum falahaa” yang artinya jika kamu berbuat baik (berarti) kebaikan itu untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri.
Jelas dari ayat di atas, kebaikan itu bukan untuk orang lain tapi kita lah yang memanen hasilnya. Allah tentu sayang kepada hamba yang berbuat baik dan ikhlas karena-Nya, pahala akan mengalir untuk kita. Dampak di dunia, orang juga akan menyayangi kita karena dicap sebagai orang baik sehingga silaturahim dan ukhuwah terjalin lebih baik. Ada sebuah kata mutiara yang mencerminkan hal ini, “berbuat baik kepada orang lain bukan karena mereka baik tapi karena kita lah yang bersikap demikian”.
Berbuat baik itu luas maknanya. Kecil atau besarnya perbuatan baik yang dilakukan kembali kepada keihlasan niatnya. salah satunya dalam sebuah hadits dikatakan “senyummu pada saudaramu adalah sedekah”. Termasuk di sini juga berkata baik. Masih ada yang mungkin menganggap siapa yang berani mengasari orang lain ketika ia dirugikan baik sengaja maupun tidak sengaja adalah sesuatu yang hebat. Ia merasa dianggap sebagai pemberani. Ada juga yang berkata manis, sopan dan lembut hanya pada orang tertentu. Wallahu a’lam bishshowab.
Ingatlah! Sesungguhnya setiap perbuatan baik atau buruk sekecil apapun akan dibalasi Allah SWT. Seperti firman Allah dalam surat Azzalzalah (99) ayat ke 7-8, yang berbunyi “famayya’mal mitsqaa la dzarratin khairayyarah. Wa mayya’mal misqaa la dzarratin syarrayyarah”. Artinya, maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah* niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah* niscaya dia akan melihat balasannya.
*zarrah = sebesar biji bayam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar